Sabtu, 15 Oktober 2011

Upacara yang Kacau

Sabtu 15 Oktober 2011

Pelajaran Kimia ada praktik percobaan deterjen campur air, urea campur air, dan kapur campur air. Anak-anak berebut minta urea milik M.Aziz. M.Alfalah Sidiq yang membagikan anak-anak yang begitu pecicilan. Oh...lupakanlah itu. Bel pulang telah berbunyi tapi tak ada yang boleh pulang sebelum mengikuti upacara penurunan bendera. Oh....menyebalkan lama berdiri membuat encok ku kumat.
Aku pun merasa dongkol sekali saat bokongku di selepet oleh Alfalah yang baris di belakangku. Dan aku lupakan hal itu. Aku berfikir bahwa upacara adalah nama lain dari "membosankan" dan ternyata aku memang benar. Petugas upacaranya kelas X.S 1. Kesalahan yang di buat MC menjadi merembet ke hampir semua petugas. Kecuali Derijen, lalu si Aji Prabowo entah apa tugas dia, tapi anak bodoh itu melakukan tugasnya dengan baik.
Dan pemimpin upacaranya sungguh sangat memuakan. Tapi disamping itu aku berfikir untuk koreksi diri sendiri apakah aku bisa. Tapi aku pasti bisa lakukan itu dengan baik. Karena aku bukan tipe anak yang mengecewakan.
Tapi aku benci mereka karena mereka telah membuatku memiliki kebencian yang telah melebihi kebencianku pada orang yang menyelepet bokongku.

Tapi hal yang menggembirakan adalah kini aku mempunyai teman yang tak pernah kumiliki sebelumnya. Terutama saat pulang sekolah, aku dan teman-temanku, Yoas, Randy, Aziz, Alfalah dan Alfa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar