Rabu 21 Maret 2012
Aku mempunyai guru seni budaya yang menyebalkan. Selalu menginginkan sesuai kehendak dia. Patung yang telah ku warnai tidak disukai dia, dia menginginkan patungku berwarna yang lain.
Aku terpaksa menuruti kehendak dia agar dapat nilai 10. Itu sangat memuakan apalagi aku harus akting senyum dan baik pada nya. Iyaq'...
Dan, aku merasa aku yang dulu adalah hal yang istimewa buat ku saat ini. Aku ingin kembali menjadi Zaki Mubarok yang dulu. Bukan Zakki Mubarok yang sekarang.
I need my young skin. My young face, I need them so much. Dan I felt love somebody. Orang yang sangat menakjubkan sekaligus membuatku merasa DOWN.
Aku ingin mati saat aku tak bisa menjadi seperti yang ku inginkan. Ku harap aku mati saat itu juga. Namun ku tahu waktu akan berputar dan menjadikan aku orang yang spektakuler.
Rabu, 21 Maret 2012
Minggu, 18 Maret 2012
Kebencian
Minggu 18 Maret 2012
Tahun ini menyebalkan aku harap aku mati dengan obat tidut. Tak pernah aku berniat hidup sengsara seperti ini. Dalam lindungan tuhan, aku masih bisa bernafas. Aku benci kedua orang tuaku, mereka tak pernah mengerti apa yang sedang ku alami. Mereka tak pernah menghargai perasaanku. Harta atau apa pun yang ku harapkan. Janji ayahku tak pernah kunjung tiba akan perubahan dalam hidup keluarga menyebalkan ini.
Aku di timpah kekurangan mental secara psykoligi. Tuhan apa itu takdir untukku. Kenapa harus aku, apa salahku saat aku bayi?
Aku terlihat seperti Girl. Bukan ke Beautiful lannya, melainkan cara ku hidup. Aku tak tahu apa yang membuatku seperti itu. Aku ingin seperti yang lain. Sejak kecil, apa salahku.
Aku benci orang-orang yang ada di wilayahku. Mereka selalu menjatuhkan drajatku dengan cara yang memuakan.
Mereka beranggapan bahwa aku DONGO. Aku bukan orang bodoh dan lemah, kecil seperti itu.
Aku anak hebat berbakat dalam seni dan filosofi tinggi. Tapi bakatku itu ku rasa tak ada gunanya untuk saat ini, aku tak percaya lagi pada ayah ku mengenai glamor hidup yang ia janjikan.
Tahun ini menyebalkan aku harap aku mati dengan obat tidut. Tak pernah aku berniat hidup sengsara seperti ini. Dalam lindungan tuhan, aku masih bisa bernafas. Aku benci kedua orang tuaku, mereka tak pernah mengerti apa yang sedang ku alami. Mereka tak pernah menghargai perasaanku. Harta atau apa pun yang ku harapkan. Janji ayahku tak pernah kunjung tiba akan perubahan dalam hidup keluarga menyebalkan ini.
Aku di timpah kekurangan mental secara psykoligi. Tuhan apa itu takdir untukku. Kenapa harus aku, apa salahku saat aku bayi?
Aku terlihat seperti Girl. Bukan ke Beautiful lannya, melainkan cara ku hidup. Aku tak tahu apa yang membuatku seperti itu. Aku ingin seperti yang lain. Sejak kecil, apa salahku.
Aku benci orang-orang yang ada di wilayahku. Mereka selalu menjatuhkan drajatku dengan cara yang memuakan.
Mereka beranggapan bahwa aku DONGO. Aku bukan orang bodoh dan lemah, kecil seperti itu.
Aku anak hebat berbakat dalam seni dan filosofi tinggi. Tapi bakatku itu ku rasa tak ada gunanya untuk saat ini, aku tak percaya lagi pada ayah ku mengenai glamor hidup yang ia janjikan.
Jumat, 02 Maret 2012
Bad Romance yang Menghipnotis
Sabtu 3 Maret 2012
Entah kenapa Bad Romance memiliki hipnotis tersendiri atas seni yang indah dan merasuk ke jiwaku dan membuat air mataku mengalir saat pertama kali melihat video clip Bad Romance sambil mendengarkannya.
Magnet yang hebat dan mencambuk batinku dengan seni yang indah tiada tandingan.
Benar-benar tak tertandingi. Lirik dan semua evek suaranya.
Serta dancing dan koreografinya sempurna.
Entah kenapa Bad Romance memiliki hipnotis tersendiri atas seni yang indah dan merasuk ke jiwaku dan membuat air mataku mengalir saat pertama kali melihat video clip Bad Romance sambil mendengarkannya.
Magnet yang hebat dan mencambuk batinku dengan seni yang indah tiada tandingan.
Benar-benar tak tertandingi. Lirik dan semua evek suaranya.
Serta dancing dan koreografinya sempurna.
Langganan:
Postingan (Atom)