Minggu 18 Maret 2012
Tahun ini menyebalkan aku harap aku mati dengan obat tidut. Tak pernah aku berniat hidup sengsara seperti ini. Dalam lindungan tuhan, aku masih bisa bernafas. Aku benci kedua orang tuaku, mereka tak pernah mengerti apa yang sedang ku alami. Mereka tak pernah menghargai perasaanku. Harta atau apa pun yang ku harapkan. Janji ayahku tak pernah kunjung tiba akan perubahan dalam hidup keluarga menyebalkan ini.
Aku di timpah kekurangan mental secara psykoligi. Tuhan apa itu takdir untukku. Kenapa harus aku, apa salahku saat aku bayi?
Aku terlihat seperti Girl. Bukan ke Beautiful lannya, melainkan cara ku hidup. Aku tak tahu apa yang membuatku seperti itu. Aku ingin seperti yang lain. Sejak kecil, apa salahku.
Aku benci orang-orang yang ada di wilayahku. Mereka selalu menjatuhkan drajatku dengan cara yang memuakan.
Mereka beranggapan bahwa aku DONGO. Aku bukan orang bodoh dan lemah, kecil seperti itu.
Aku anak hebat berbakat dalam seni dan filosofi tinggi. Tapi bakatku itu ku rasa tak ada gunanya untuk saat ini, aku tak percaya lagi pada ayah ku mengenai glamor hidup yang ia janjikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar